Leher kaku, atau yang dalam istilah medis dikenal dengan sebutan periartritis servikal akut, adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak orang. Leher kaku biasanya terjadi akibat ketegangan otot leher dan bahu yang berlangsung lama. Pada artikel ini, kami akan membahas lebih dalam mengenai penyebab, cara mengatasi, dan langkah pencegahan leher kaku yang dapat Anda lakukan.
Apa Itu Leher Kaku?
Leher kaku merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa sakit pada leher, terutama setelah bangun tidur. Biasanya, rasa sakit ini terasa akibat tarikan di bagian belakang leher yang menjalar ke bahu dan lengan atas pada sisi yang sama. Pada kasus yang parah, leher dan punggung bisa menjadi kaku, dengan gerakan terbatas sehingga sulit untuk menggerakkan leher dengan bebas, seperti saat memutar leher.
Penyebab Leher Kaku
Leher kaku bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab utama yang sering terjadi:
1. Postur Tidur yang Tidak Sesuai
Tidur dengan posisi kepala terpelintir atau terlalu lama dalam posisi tertentu dapat menyebabkan otot leher tertarik dan menegang.
2. Leher Terpapar Suhu Dingin
Terpaparnya leher pada suhu dingin, terutama saat tidur, dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengurangi sirkulasi darah, sehingga otot menjadi lebih rentan terhadap kram.
3. Bantal yang Tidak Sesuai
Penggunaan bantal yang terlalu tinggi, terlalu rendah, atau keras dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher selama tidur.
Gambar di atas mengilustrasikan jenis bantal yang tidak sesuai untuk tidur. Di mana “太低” artinya terlalu rendah dan “太高” artinya terlalu tinggi.
Sumber Gambar: RS Changsha Jingkai
4. Head-down Tribe
Kebiasaan menundukkan kepala dalam waktu lama, misalnya saat bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel, dapat memberi tekanan berlebih pada tulang belakang servikal.
5. Riwayat Spondilosis Servikal
Orang yang memiliki masalah tulang belakang servikal atau gangguan sendi di area leher lebih rentan mengalami leher kaku.
6. Artritis dan Sindrom Nyeri Miofasial
Kondisi medis seperti artritis dan sindrom nyeri miofasial juga dapat menyebabkan leher kaku dalam jangka panjang.
Cara Mengatasi Leher Kaku
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi leher kaku:
1. Kompres Hangat
Gunakan botol air hangat, pemanas tangan elektrik, atau handuk panas untuk meredakan rasa sakit. Pastikan suhu kompres tidak melebihi 45°C agar terhindar dari luka bakar. Kompres selama 10-20 menit untuk hasil yang maksimal.
2. Latihan Peregangan
Melakukan latihan peregangan secara perlahan dan bertahap dapat membantu mengurangi kekakuan leher. Pastikan Anda tidak terburu-buru dan lakukan gerakan dengan lembut.
Gambar di atas mengilustrasikan gerakan yang dapat dilakukan untuk meregangkan otot leher.
Sumber Gambar: RS Changsha Jingkai
3. Gerakan Tulang Servikal
Hindari mempertahankan postur yang sama terlalu lama. Lakukan latihan leher setiap 20-30 menit dengan gerakan yang lembut dan perlahan untuk mencegah otot leher menjadi kaku.
Konsultasi dengan Tenaga Medis Profesional
Jika Anda merasa kesulitan mengatasi leher kaku, konsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Beberapa metode yang dapat digunakan adalah:
1. Farmakoterapi
Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs) bisa efektif meredakan rasa sakit dan peradangan pada leher.
2. Terapi Rehabilitasi
Beberapa terapi yang dapat membantu mengatasi leher kaku antara lain terapi panas, terapi interferensial, terapi ultrasound, dan akupunktur. Pijat Tui Na juga dapat merelaksasi otot yang kaku.
Cara Mencegah Leher Kaku
Pencegahan adalah langkah terbaik dalam menghindari leher kaku. Berikut adalah beberapa tips pencegahan yang dapat Anda terapkan:
1. Pertahankan Postur Tidur yang Baik
Tidurlah dengan posisi yang nyaman dan pastikan tubuh tetap hangat. Gunakan bantal yang sesuai untuk mendukung kelengkungan fisiologis tulang servikal.
2. Pilih Bantal yang Sesuai
Pilih bantal dengan ketinggian dan kekerasan yang tepat untuk menjaga posisi leher agar tetap dalam kondisi yang alami saat tidur.
3. Hindari Postur yang Salah
Jangan terlalu sering menundukkan kepala atau membungkukkan tubuh, karena ini dapat memberi tekanan berlebih pada sendi dan otot leher.
4. Lakukan Olahraga Secara Teratur
Berolahraga secara rutin membantu menjaga kelenturan otot leher dan punggung, yang pada gilirannya membantu menjaga stabilitas tulang servikal.
Kesimpulan
Leher kaku adalah kondisi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, namun dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Dengan mengetahui penyebab dan cara mengatasi leher kaku, serta menerapkan pencegahan yang efektif, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya masalah ini. Jika gejala tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Penulis: Su Qiyan
Editor: Zhou Shinan
Peninjau Pertama: Tang Xiao’e
Peninjau Kedua: Li Feng
Kami bekerja sama dengan rumah sakit dan spesialis terkemuka untuk memberi Anda layanan medis lintas batas berkualitas tinggi
(Indonesia)
Tel: +62 21 5200 392
Mob(whatsapp) :(+62)82118094013 / (+62)82118094014
Email : jingkaihospital@gmail.com / jingkaicell@gmail.com
Alamat:Menara Duta Building Lantai 5 Wing D Jl. H. R. Rasuna Said Kav B/9, RT.003 /
RW.007, Kuningan, Jakarta Selatan 12910
Instagram : jingkaicellid
(Vietnam)
Địa chỉ bệnh viện:Số 52, Đoạn phía Nam Đại lộ Hoàng Hưng, Khu Phát triển
(Tiongkok)
地址:长沙经济技术开发区黄兴大道南段52号
Copyright @Rumah Sakit Jing Kai Sa All Rights Reserved.